KARAWANG | TERASPASUNDAN.COM | Universitas Buana Perjuangan (UBP) Karawang menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat atas terpilihnya Candra Zonyfar, Ph.D. sebagai Ketua Asosiasi Peneliti Indonesia Korea (APIK) periode 2026–2028. Capaian ini menjadi kebanggaan tersendiri sekaligus menunjukkan terbukanya peluang bagi akademisi Indonesia untuk mengambil peran strategis dalam membangun jejaring keilmuan dan kolaborasi riset di tingkat internasional.
Rektor Universitas Buana Perjuangan Karawang, Dr. H. Budi Rismayadi, S.E., M.M., menyampaikan ucapan selamat dan penghargaan atas amanah kepemimpinan yang diberikan kepada Candra Zonyfar, Ph.D. Menurutnya, terpilihnya Candra sebagai Ketua APIK merupakan momentum penting dalam memperkuat kontribusi akademisi Indonesia di lingkungan komunitas peneliti internasional, khususnya dalam membangun hubungan akademik dan penelitian antara Indonesia dan Korea.
“Atas nama pribadi dan seluruh keluarga besar Universitas Buana Perjuangan Karawang, kami mengucapkan selamat dan sukses kepada Candra Zonyfar, Ph.D. atas terpilihnya sebagai Ketua Asosiasi Peneliti Indonesia Korea periode 2026–2028. Semoga amanah ini dapat dijalankan dengan penuh dedikasi, integritas, dan semangat kolaborasi untuk menghadirkan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan kemajuan bangsa,” ungkap Rektor.
Lebih lanjut, Rektor berharap kepemimpinan Candra di APIK dapat menjadi jembatan strategis untuk memperluas kolaborasi akademik, pengembangan penelitian bersama, pertukaran pengetahuan, serta penguatan jejaring perguruan tinggi dan lembaga riset Indonesia dengan mitra internasional.
Menurutnya, perguruan tinggi saat ini dituntut tidak hanya mampu menghasilkan lulusan berkualitas dan penelitian yang relevan, tetapi juga membangun ekosistem akademik yang terbuka, adaptif, dan memiliki daya saing global. Oleh karena itu, keterlibatan akademisi Indonesia dalam organisasi dan komunitas penelitian internasional merupakan salah satu modal penting untuk memperkuat posisi Indonesia dalam percaturan ilmu pengetahuan dunia.
“Harapan kami, capaian ini tidak berhenti pada sebuah prestasi personal, tetapi juga dapat memberikan dampak kelembagaan yang lebih luas. Kami berharap terbuka semakin banyak peluang kolaborasi riset internasional, publikasi ilmiah bereputasi, pertukaran akademik, serta kerja sama strategis yang dapat mendorong peningkatan rekognisi internasional Universitas Buana Perjuangan Karawang,” tambahnya.
Rektor juga menegaskan bahwa penguatan rekognisi internasional merupakan bagian penting dari arah pengembangan UBP Karawang sebagai perguruan tinggi yang terus berupaya meningkatkan mutu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kehadiran akademisi Indonesia dalam posisi kepemimpinan organisasi internasional diharapkan dapat menjadi inspirasi sekaligus katalisator bagi sivitas akademika untuk terus memperluas wawasan global dan meningkatkan produktivitas akademik.
Terpilihnya Candra Zonyfar, Ph.D. sebagai Ketua APIK periode 2026–2028 mengusung semangat kolaborasi, inovasi, dan dampak nyata. Hal tersebut sejalan dengan kebutuhan pengembangan komunitas peneliti Indonesia di Korea yang semakin kuat, kolaboratif, serta mampu memberikan kontribusi bagi kemajuan ilmu pengetahuan, masyarakat, dan bangsa.
Bagi UBP Karawang, capaian ini menjadi momentum untuk terus memperkuat jejaring internasional dan membangun budaya akademik yang berorientasi pada kualitas, kolaborasi, serta reputasi global.
Universitas Buana Perjuangan Karawang berharap amanah kepemimpinan tersebut dapat dijalankan dengan sukses dan melahirkan berbagai inisiatif strategis yang memberikan manfaat tidak hanya bagi komunitas peneliti Indonesia di Korea, tetapi juga bagi kemajuan pendidikan tinggi Indonesia di tingkat internasional.
Universitas Buana Perjuangan Karawang
Berwawasan Kebangsaan dan Bereputasi Internasional






