JAKARTA | TERASPASUNDAN.COM | Presiden Prabowo Subianto melakukan perubahan dalam struktur pemerintahan dengan membentuk sejumlah kementerian koordinator atau Kemenko baru. Salah satu langkah tersebut berkaitan dengan penguatan sektor hilirisasi dan transisi energi.
Pembentukan Kemenko baru menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memperkuat koordinasi antar-kementerian serta mendukung program prioritas Presiden Prabowo. Pemerintah berharap struktur baru tersebut dapat membuat pelaksanaan kebijakan menjadi lebih terarah dan efektif.
Namun, perubahan struktur pemerintahan juga menimbulkan sejumlah pertanyaan. Penambahan kementerian koordinator dapat memberikan manfaat apabila mampu memperjelas pembagian tugas dan memperkuat koordinasi. Sebaliknya, struktur yang semakin besar berpotensi menambah birokrasi apabila tidak diikuti dengan pembagian kewenangan yang jelas.
Karena itu, keberhasilan Kemenko baru akan sangat bergantung pada efektivitas koordinasi, pembagian tugas, serta kemampuan pemerintah dalam menjalankan program secara efisien.


