KARAWANG | TERASPASUNDAN.COM — Perum Bulog Cabang Karawang memberikan penjelasan resmi terkait keluhan warga di sekitar Kompleks Gudang Genesis, Tunggakjati, Kecamatan Karawang Barat, yang mengaku terganggu dengan kemunculan hama kutu beras dan telah menyampaikan somasi kepada Bulog.
Sebelumnya, sejumlah warga melalui kuasa hukumnya menyampaikan somasi kepada Perum Bulog Cabang Karawang. Mereka menduga hama kutu yang masuk ke lingkungan permukiman berasal dari area pergudangan penyimpanan beras. Selain meminta penyelesaian atas persoalan tersebut, warga juga menyoroti aktivitas keluar-masuk beras pada malam hari yang dinilai perlu mendapat penjelasan dari pihak terkait.
Merespons ramainya keluhan tersebut, Perum Bulog Cabang Karawang bersama mitra pengelola gudang tersebut, PT BGR Logistik Indonesia, buka suara.
Pimpinan Cabang Bulog Karawang, Rafki Ismael, menyebut pihaknya berkomitmen penuh untuk menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait lingkungan secara cepat dan terukur.
Dapat di informasikan bahwa beras yang tersimpan dilakukan upaya pengendalian pencegahan dan penanganan terhadap hama melalui standar PHGT (Pengelolaan Hama Gudang Terpadu).
“Pelaksanaan PHGT terus kami lakukan dan perketat lagi sebagai tindak lanjut dari penanganan hama. Sudah kami diskusikan juga bersama pihak Dinas Lingkungan Hidup, perwakilan dari Kecamatan serta Kelurahan setempat,” katanya di Kantor Bulog Karawang, Rabu (1/7).
Sebagai langkah konkret pencegahan dan mitigasi terhadap pengendalian hama agar hama, Rafki mentebut bahwa tim pengendali hama akan melakukan proses fumigasi (pengasapan zat khusus) secara serempak.
“Tindakan yang kami ambil adalah fumigasi serempak. Ada sekitar 30-an unit gudang di sana yang diaplikasikan fumigasi secara berkala, di mana setiap unit akan ditutup rapat selama 10 sampai 14 hari saat proses perawatan berlangsung.”
“Ini merupakan langkah mitigasi ketat agar unit gudang lainnya terlindungi dan tidak ikut terdampak,” jelas Rafki.
Gudang Genesis merupaka Gudang yang disewa oleh Perum BULOG Karawang dengan PT BGR selaku Management Pergudangan (pengelola)
Guna menampung beras hasil serapan Gabah dari petani lokal, Bulog mengoptimalkan ruang simpan dengan menyewa kapasitas tambahan sebesar 102 ribu ton di kompleks Gudang Genesis.
Dijelaskan bahwa, ia menjamin mutu beras yang disalurkan ke masyarakat sama sekali tidak berkurang dan tetap higienis (baik).
“sebelum beras salurkan ke masyarakat untuk program SPHP maupun Banpang, seluruh beras yang akan keluar dari gudang wajib melalui proses reprocessing dan rebagging ke ukuran kemasan kecil 5 kg dan 10 kg,” paparnya.
“Proses mekanis ini otomatis menyaring, membersihkan, dan memastikan sisa-sisa hama hilang, sehingga yang diterima masyarakat adalah kualitas medium terbaik,” tandas Rafki. (*)


