SUBANG | TERASPASUNDAN.COM | Berbagai kegiatan jelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 81 Kemerdekaan RI di Pamanukan, terus digelar. Bahkan yang cukup meriah dan menyedot perhatian warga Pawai Alagoris Pawai yang diikuti berbagai kalangan pada Sabtu, (15/8/2026).
Selain ciri khas menyambut 17 Agustusan juga bermacam-macam kesenian dan hasil bumi atau hasil pertanian serta aneka kostum unik. Termasuk berbagai pesan dan sindiran yang terkait korupsi, judi, kekeringan hingga korban bang emok.
Pawai yang menyajikan berbagai penampilan dari peserta pawai alegoris, mampu membuat decak kagum penonton yang menyaksikan.
Selain itu juga ada berbagai macam kesenian khas dari sunda. Ditambah lagi masyarakat Pamanukan disuguhkan dengan beraneka ragam kendaraan hias, baik roda empat maupun roda dua dari dari 8 desa peserta pawai se-Kecamatan Pamanukan.
Para peserta pawai alegoris menunjukkan kreativitas dengan berbagai kreasi dan keunikan. Pawai khas Hari Kemerdekaan ini diikuti semua unsur.
Camat Pamanukan Bambang Edi Purwanto berharap, pawai alegoris dalam perayaan HUT Kemerdekaan RI kali ini, dapat meningkatkan persatuan bangsa, serta membentuk pribadi bangsa Indonesia yang berkarakter dan memiliki identitas.
“Alhamdulillah pesertanya banyak. Saya sangat apresiasi semangat warga Kecamatan Pamanukan dalam mengikuti pawai alegoris ini,” ucap Camat Bambang.
Menurut Tokoh Masyarakat Pamanukan Hj. Ella Nurlaela mengatakan, dari tahun ke tahun peserta pawai alegoris dalam rangka HUT RI semakin ramai dan diminati, serta menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat Pantura Subang.
“Kemeriahan pawai Alegoris ini merupakan bagian dari peringatan HUT RI ke 81 tahun. Kami dari pemerintah kecamatan sekaligus warga asli Pamanukan bangga dengan kemeriahan ini. Terima kasih masyarakat Pamanukan,” ungkapnya.
Menurutnya, penampilan peserta pawai dan hegemomi hadirnya ribuan masyarakat ini, merupakan salah satu wujud yang diwariskan para pejuang dimasa dahulunya. Adanya semangat yang menggelora, baik dari peserta pawai maupun dari masyarakat yang menyaksikannya.
“Digelarnya kegiatan ini, diharapkan masyarakat dapat lebih menggali kreativitasnya, dan lebih inovatif. Suksesnya pembangunan berawal dari peran aktif masyarakat,” harap Ella.
Sementara itu, Ida Nurfatoni warga yang menonton mengatakan, kegiatan pawai alegoris ini selalu ditunggu-tunggu warga di Pamanukan. Sebab ini seperti sudah menjadi sebuah tradisi dan hiburan bagi rakyat.
“Setiap tahunya pasti rame, pasti macet ya. Ya gak papa macet setahun sekali demi hiburan buat rakyat memeringati kemerdekaan,” ungkapnya.
Kegiatan ini disaksikan oleh Camat Pamanukan Bambang Edi Purwantos, Danramil 0509/Pamanukan, Kapolsek Pamanukan AKP Udin Awaludin, Ketua PGRI Ranting Kecamatan Pamanukan, dan para Tokoh Masyarakat atau Agama. (gpn)




