KARAWANG | TERASPASUNDAN.COM – RSUD Karawang terus berupaya melakukan perbaikan panel listrik yang terbakar agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan secara maksimal.
Direktur RSUD Karawang, dr. Andri S. Alam, menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pasien dan keluarga pasien atas terganggunya layanan akibat insiden tersebut.
“Saya sebagai Direktur RSUD Karawang mohon maaf karena sampai saat ini pelayanan belum bisa sepenuhnya sesuai harapan. Kami sudah menyampaikan kepada pasien-pasien yang datang bahwa pelayanan tetap berjalan,” ujarnya, Jumat (6/2/2026).
Ia menjelaskan, pasien yang membutuhkan penanganan darurat maupun pasien dengan obat yang sudah habis tetap dilayani. Begitu pula dengan Instalasi Gawat Darurat (IGD) yang tetap beroperasi untuk kasus-kasus emergency.
Namun demikian, dr. Andri mengakui keterbatasan masih terjadi, terutama pada layanan penunjang medis.
“Layanan laboratorium, rontgen, dan layanan penunjang medis lainnya belum bisa beroperasi karena kelistrikan belum sepenuhnya menyala. Ini yang menjadi kendala utama,” jelasnya.
Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, pihak RSUD Karawang telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang guna menyiapkan rujukan ke beberapa rumah sakit.
Sementara itu, untuk kebutuhan listrik, RSUD Karawang menggunakan sekitar tujuh unit genset dengan kapasitas rata-rata 60 hingga 100 KVA. Genset tersebut difokuskan untuk menghidupkan lampu, air, serta fasilitas penting di ruang perawatan.
“Alhamdulillah, kebutuhan utama sudah kita atasi. Bahkan tadi malam kami juga berkeliling ke beberapa pasien sebagai bentuk permohonan maaf. Alhamdulillah pasien dan keluarga memaklumi kondisi ini,” katanya.
Ia menambahkan, untuk peralatan medis kritis seperti ventilator di ruang ICU, pihaknya telah menyiapkan sumber listrik khusus. Saat ini tersedia tiga unit ventilator yang tetap berfungsi dengan baik.
“Untuk ruang inap posisinya aman. Namun untuk ruang operasi dan pelayanan poli memang belum bisa berjalan normal,” tambahnya.
Pasca kebakaran panel listrik tersebut, pihak RSUD Karawang terus berupaya melakukan pemulihan kelistrikan. Upaya penyambungan kembali listrik dari PLN sempat dilakukan pada Jumat dini hari sekitar pukul 01.00 WIB, namun belum berhasil sepenuhnya.
“Saya standby di sini sampai jam 02.00 malam. Dari pihak PLN menyampaikan masih ada satu aliran yang belum tersambung. Kalau itu selesai, listrik bisa kembali menyala,” ungkapnya.
Ia menargetkan, aliran listrik PLN dapat kembali normal pada siang hari.
“Insya Allah siang ini menyala. Saat ini masih dalam proses,” ujarnya penuh optimis.
Dr. Andri juga menyebutkan bahwa kejadian kebakaran panel listrik ini merupakan yang pertama kali terjadi sejak RSUD Karawang berdiri pada tahun 2002.
“Baru pertama kali sejak tahun 2002. Sebenarnya panel ini memang sudah masuk rencana penggantian dan sudah kami persiapkan untuk tahun ini,” pungkasnya.


