spot_img
Senin, Agustus 24, 2026
spot_img

18 Hari Dirawat di NICU, Bayi Prematur di RS Hermina Karawang Akhirnya Pulang ke Pelukan Keluarga

spot_img

KARAWANG | TERASPASUNDAN.COM |  Suasana haru dan bahagia menyelimuti momen kepulangan bayi prematur dari ruang Neonatal Intensive Care Unit (NICU) RS Hermina Karawang. Setelah menjalani perawatan intensif selama 18 hari, bayi yang lahir pada usia kehamilan sekitar 30–31 minggu tersebut akhirnya diperbolehkan pulang dan kembali ke pelukan keluarga.

Bayi prematur membutuhkan perhatian dan penanganan khusus karena sejumlah organ tubuhnya masih dalam tahap perkembangan. Selama menjalani perawatan di NICU, kondisi bayi dipantau secara berkala oleh dokter dan perawat untuk memastikan kesehatannya terus berkembang hingga stabil.

Kepala Ruangan NICU dan Perina RS Hermina Karawang, Sister Anita, mengatakan bayi tersebut telah menjalani perawatan selama 18 hari sebelum akhirnya diperbolehkan pulang.

- Advertisement -
-Advertisement-
Google search engine

“Selamat pagi, saya Sister Anita, Kepala Ruangan NICU dan Perina. Hari ini bayi Perina pulang setelah dilakukan perawatan selama 18 hari dengan kondisi bayi prematur 30–31 minggu,” ujar Sister Anita.

Ia berharap kondisi bayi tetap sehat setelah kembali ke rumah. Keluarga juga diimbau untuk rutin melakukan pemeriksaan dan kontrol guna memantau kesehatan serta tumbuh kembang bayi.

“Semoga dede sehat selalu dan tetap rutin kontrol ke Hermina Karawang,” tambahnya.

- Advertisement -

Sementara itu, orang tua bayi Hawarizmi mengaku bersyukur setelah sang buah hati akhirnya dapat pulang. Menurutnya, bayi mereka harus menjalani perawatan di NICU sejak lahir karena memiliki berat badan yang rendah.

“Halo, selamat pagi. Kami orang tua dari bayi Hawarizmi yang telah 19 hari dirawat di NICU semenjak lahir karena berat badan bayi kami yang kurang,” tuturnya.

Selama menjalani perawatan, keluarga mengaku mendapatkan pelayanan yang baik dari pihak RS Hermina Karawang. Apresiasi tersebut dirasakan sejak bayi mendapatkan penanganan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) hingga menjalani perawatan di ruang NICU.

Baca Juga  Dani Ramdan Berpesan di Depan Wisuda STIE Ekadharma Pentingnya Digital Skill Dalam Dunia Kerja

“Untuk pelayanan di sini yang saya rasakan, Alhamdulillah semuanya baik. Alhamdulillah IGD menangani dengan baik,” ungkapnya.

Ia juga mengatakan pelayanan yang diterima tidak hanya dirasakan saat bayi menjalani perawatan, tetapi sejak proses persalinan hingga ruang rawat inap. Fasilitas rumah sakit juga dinilai mendukung proses perawatan ibu dan bayi.

“Untuk pelayanan di ruang persalinan, di ruang inapnya Alhamdulillah kami mendapatkan fasilitas yang baik. Kamarnya juga bersih dan bagus,” katanya.

Baca Juga

Selama berada di NICU, kondisi Hawarizmi terus dipantau oleh tim medis. Perawatan intensif dilakukan untuk membantu bayi mencapai kondisi yang lebih stabil sebelum diperbolehkan meninggalkan rumah sakit.

Setelah melewati masa perawatan, kondisi Hawarizmi menunjukkan perkembangan yang baik. Kepulangan tersebut menjadi momen yang sangat dinantikan keluarga setelah harus mendampingi sang buah hati selama hampir tiga pekan di rumah sakit.

“Alhamdulillah sekarang dede sudah sehat selama 19 hari di NICU,” ujarnya.

Keluarga juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh tenaga kesehatan yang telah memberikan pelayanan dan perawatan selama Hawarizmi menjalani perawatan.

Baca Juga

“Terima kasih juga untuk dokter-dokter, perawat-perawat, dan pihak-pihak rumah sakit yang bisa berkoordinasi dengan baik untuk merawat saya dan bayi saya,” ungkapnya.

Bagi tim NICU RS Hermina Karawang, kepulangan bayi setelah menjalani perawatan intensif menjadi momen yang membahagiakan. Perawatan bayi prematur membutuhkan ketelitian, pemantauan berkelanjutan, serta koordinasi antara dokter, perawat, dan keluarga.

Baca Juga  Dosa Bisa Gugur !  Inilah Keistimewaan Memelihara Kucing di Rumah dalam Islam

NICU merupakan fasilitas yang diperuntukkan bagi bayi yang membutuhkan pengawasan dan perawatan intensif, termasuk bayi yang lahir prematur atau memiliki kondisi tertentu yang membutuhkan pemantauan khusus.

Dengan dukungan tim medis, RS Hermina Karawang berupaya memberikan perawatan bagi bayi sekaligus pendampingan kepada keluarga selama proses perawatan berlangsung.

Kepulangan Hawarizmi menjadi penutup masa perawatannya di NICU sekaligus awal perjalanan baru bersama keluarga. Setelah berada di rumah, orang tua diharapkan tetap memperhatikan kondisi bayi dan mengikuti jadwal kontrol yang diberikan dokter.

Momen tersebut menjadi pengingat bahwa di balik perjuangan setiap bayi prematur, terdapat harapan besar dari keluarga serta kerja keras tenaga kesehatan yang mendampingi sejak awal.

Bagi keluarga, kepulangan dari NICU bukan sekadar berakhirnya masa perawatan, tetapi juga menjadi awal baru untuk menyaksikan sang buah hati tumbuh dan berkembang bersama keluarga.

Karena setiap bayi berhak mendapatkan awal kehidupan yang terbaik.

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis berdasarkan sumber yang dapat dipercaya. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi teraspasundan.com dan dapat mengalami pembaruan sesuai perkembangan informasi terbaru maupun klarifikasi dari pihak terkait.

Artikel Lainnya

Pemerintahan

Politik

Top News

Follow US

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Nasional

Daerah

Peristiwa

Popup Gambar
^
Download Aplikasi GoKar
Transportasi Online Asli Karawang
INSTALL
X