SUBANG | TERASPASUNDAN.COM | Puncak peringatan HUT Pamanukan ke-116 ditandai dengan potong bolu yang dilakukan oleh Tokoh dan Unsur Muspika Pamanukan disaksikan ribuan warganya di halaman Toserba Surya Pamanukan. Minggu (14/6/2026).
Meskipun digelar secara sederhana, perayaan HUT Pamanukan ke-116 ini disambut bahagia warga Pamanukan setelah menikmati car free day diakhir pekan. Tak terkecuali para Tokoh Masyarakat Pantura dan aktivis di wilayah Pamanukan.
Anggota Komisi 1 DPRD Kabupaten Subang, H. Sudihartono mengatakan, Pamanukan sudah jauh lebih dulu ada dibandingkan Kabupaten Subang.
Dimana menurut informasi sejarah pada tahun 1910 telah ada Pemerintahan di Pamanukan. Termasuk ditandai dengan adanya perusahaan Pamanoekan n Tjiasem Land (P&T Land), sebuah perusahaan yang berdiri saat zaman pendudukan kolonial Belanda di Indonesia termasuk Pamanukan.
“Tentunya Pamanukan ini sudah banyak yang tahu dan dikenal apalagi sebelum ada tol Cipali itu, hilir mudik trans Jawa lewat Pantura dan Pamanukan itu dikenal,” ungkapnya saat memberikan testimoni terkait Pamanukan diatas panggung.
Ditambahkan Albert Anggara Putra yang juga Anggota DPRD Kabupaten Subang asal Pamanukan bahwa saat ini, Pamanukan Kota Kecil dengan sejuta cerita terus tumbuh. Pamanukan telah berkembang menjadi wilayah dengan pusat perdagangan, ekonomi, serta pertanian.
“Kita berharap tentu hal-hal baik untuk kemajuan Pamanukan dimasa yang akan datang,”ujarnya.
Albert, mengatakan Pamanukan merupakan salah satu daerah yang cukup tua di Subang.
Sebab berdirinya Pamanukan lebih dulu dibandingkan Kabupaten Subang yang baru terbentuk pada 5 April 1948.
“Pamanukan terus berkembang sebagai daerah perekonomian dan pusat perdagangan. Masyarakat nya multikultural dan plural. Pamanukan juga daerah penyokong Subang sebagai lumbung padi nasional,” ujar Albert.
Apalagi ke depan Pamanukan juga akan terus berkembang dengan perkembangan
Pelabuhan Patimban. Pamanukan akan
menjadi daerah penyangga di Pantura.
“Kemajuan Pamanukan harus terus dijemput, perkembangan yang ada saat ini, usia pamanukan yang sudah menjadi 114,” kata Albert.
Sementara, Anggota DPRD Kabupaten Subang Fraksi Nasdem H. Teguh Pujianto menyampaikan apresiasi potensi kebhinekaan di Kecamatan Pamanukan yang terasa sangat kental.
“12 Juni itu hari milangkala Kecamatan Pamanukan, namun dengan kebhinekaannya para aktivis dan Masyarakat Pamanukan menggelar puncak acara di 14 Juni, jadi ini acara Milangkala Pamanukan, bukan Kecamatan Pamanukan,” ucapnya.
Teguh berharap, generasi Pamanukan menjadi putra putri terbaik kedepannya, untuk Pamanukan lebih kuat, berkembang dan tersenyum.
“Ini menjadi motivasi kita, rekan-rekan aktivis yang tergabung dalam panitia ini dapat menjadi motivasi para generasi kedepan,” ucap Teguh.
Di tempat yang sama, Tokoh Masyarakat Pamanukan, H. Uung Mashuri mengapresiasi panitia, Polsek Pamanukan, Koramil 0509/Pamanukan dan masyarakat yang terlibat dalam acara HUT Pamanukan ke-116.
“Jangan membuat sakit hati masyarakat Pamanukan, jangan kecewakan masyarakat pamanukan,” ucap Uung dengan kekecewaan terhadap pemerintah Kecamatan Pamanukan yang tidak menghadiri acara tersebut.
Ketua Panitia Pelaksana Peringatan HUT Pamanukan ke-116, Hamdan Fuadi Rofie mengungkapkan selain memeriahkan HUT Pamanukan ke-116, acara demi acara yang digelar guna meningkatkan para UMKM.
“Bisa dilihat, hari ini puncak acara peringatan HUT Pamanukan, banyak para Pelaku UMKM dan pedagang kaki lima berjejer menjajakan produknya dan semua itu mereka mendapatkan rejeki melimpah dengan perantara acara ini,” ungkapnya.
Sementara itu, salah satu warga Desa
Mulyasari, Agus Bobi berharap di momen peringatan HUT Pamanukan ke-116 ini Pamanukan bisa terus maju dan berkembang menjadi wilayah yang nyaman bagi penduduknya.
“Mudah – mudahan akan banyak perubahan di Pamanukan yang membawa kemajuan dan kesejahteraan,” tandasnya. (gpn)


