TAMBUN UTARA | TERASPASUNDAN.COM | Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Wilayah II pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengerahkan 18 armada truk untuk mengangkut sampah dari tempat pembuangan sementara (TPS) ilegal di Kampung Turi RT 05/05, Desa Sriamur, Kecamatan Tambun Utara, Rabu (15/4/2026).
Langkah ini merupakan tindak lanjut instruksi Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, yang sebelumnya meninjau langsung lokasi tersebut usai menerima aduan masyarakat pada Selasa (14/4/2026).
Saat peninjauan, Asep menemukan TPS ilegal yang telah beroperasi selama belasan tahun dan memicu keluhan warga. Ia kemudian menginstruksikan DLH untuk segera mengangkut seluruh timbunan sampah secara tuntas.
Kepala UPTD Wilayah II DLH Kabupaten Bekasi, Adi Suryana, mengatakan pengerahan armada dilakukan secara intensif untuk mengurangi volume sampah yang telah lama menumpuk.
“Hari ini kami melakukan pengangkutan sampah di Kampung Turi dengan melibatkan 18 armada truk yang beroperasi secara terkoordinasi dan terus dipantau petugas di lapangan,” kata Adi.
Ia menjelaskan, setiap truk memiliki kapasitas sekitar 4 ton sehingga diharapkan mampu mengurangi volume sampah secara signifikan pada tahap awal penanganan.
Selain itu, DLH juga menurunkan satu unit alat berat ekskavator untuk mempercepat proses pemuatan sampah.
Seluruh sampah yang diangkut akan dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng sebagai lokasi resmi pengelolaan sampah milik Pemerintah Kabupaten Bekasi.
“Pembuangan kami arahkan ke TPA Burangkeng agar sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujarnya.
Berdasarkan estimasi sementara, volume sampah di TPS ilegal tersebut mencapai sekitar 20.000 ton. Kondisi ini dinilai membutuhkan penanganan serius serta dukungan sumber daya yang memadai.
Adi mengakui, pengerahan armada dalam jumlah besar berpotensi memengaruhi pelayanan pengangkutan sampah di wilayah lain.
“Karena armada digunakan untuk layanan harian, kami perlu melakukan penyesuaian jadwal operasional agar pelayanan tetap berjalan,” ucapnya.
Pihaknya pun berharap adanya penambahan armada dari pemerintah daerah untuk mendukung optimalisasi layanan persampahan di Kabupaten Bekasi.
“Kami berharap ke depan ada tambahan armada, terutama saat menghadapi penumpukan sampah yang membutuhkan respons cepat,” kata Adi.
Red/Bekasikab.go.id


