spot_img
Kamis, Oktober 29, 2026
spot_img

Mahasiswa Magister PAUD Panca Sakti Bekasi Perkenalkan Aplikasi TUMBUH untuk Asesmen Anak di Karawang

spot_img

KARAWANG | TERASPASUNDAN.COM | Mahasiswa Program Studi Magister Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Universitas Panca Sakti Bekasi menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dengan memperkenalkan aplikasi TUMBUH sebagai perangkat asesmen perkembangan anak usia dini bagi guru PAUD di Kabupaten Karawang.

Kegiatan bertajuk “Pengenalan Tools Asesmen Perkembangan Anak Usia Dini: Aplikasi TUMBUH bagi Guru PAUD di Kabupaten Karawang” tersebut berlangsung pada Sabtu (24/10/2026), pukul 08.00–11.30 WIB, bertempat di TK Alam Istiqomah, Kecamatan Telukjambe Barat, Kabupaten Karawang.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru PAUD dalam memanfaatkan teknologi digital untuk mendokumentasikan proses tumbuh kembang anak secara sistematis, berkelanjutan, dan bermakna.

- Advertisement -
-Advertisement-
Google search engine

Sejumlah pemangku kepentingan turut menghadiri kegiatan tersebut, yakni Dalip, S.E., M.M., selaku Kasi Bidang PAUD dan Kebudayaan Kabupaten Karawang; Neneng Herlina, S.Pd., M.M., Koordinator Wilayah Pendidikan III Kabupaten Karawang; Asan, S.Pd., Penilik Kecamatan Telukjambe Barat; serta Ratna Kamilah A. Mk., S.Pd., Wakil Ketua Yayasan Makatul Mukaromah.

Kehadiran para tamu undangan tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap peningkatan kompetensi pendidik PAUD, khususnya dalam mengembangkan praktik asesmen perkembangan anak melalui pemanfaatan teknologi digital.

Aplikasi TUMBUH Bantu Guru Mendokumentasikan Perkembangan Anak

- Advertisement -

Pelatihan ini dibimbing oleh Assoc. Prof. Dr. Hamid Patilima, M.Sos., selaku dosen pembimbing kegiatan PKM. Aplikasi TUMBUH merupakan perangkat portofolio perkembangan anak yang berada di bawah Yayasan Kesejahteraan Anak Indonesia (YKAI) dan dikembangkan oleh Dr. Hamid Patilima.

 

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pengenalan mengenai konsep dan fitur aplikasi TUMBUH, teknik penggunaan aplikasi untuk asesmen perkembangan anak, pembahasan studi kasus, serta praktik langsung memasukkan dan mengelola catatan perkembangan anak.

Kegiatan juga dilengkapi sesi tanya jawab dan diskusi agar peserta dapat memahami penerapan aplikasi dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari.

Aplikasi TUMBUH dirancang untuk membantu guru mendokumentasikan proses belajar anak berdasarkan hasil pengamatan. Dokumentasi tersebut mencakup enam aspek perkembangan, yaitu nilai agama dan moral, nilai-nilai Pancasila, fisik-motorik, kognitif, bahasa, serta sosial-emosional.

Melalui pemanfaatan aplikasi tersebut, guru diharapkan mampu mengelola catatan perkembangan anak secara lebih terstruktur. Hasil pengamatan selanjutnya dapat digunakan sebagai bahan refleksi dan dasar menentukan langkah pendampingan sesuai kebutuhan setiap anak.

Baca Juga

Asesmen Bukan Sekadar Mengumpulkan Nilai

Baca Juga  Belasan Warung Tak Berijin Dibongkar Paksa Petugas di Pintu Masuk Tol Subang

Salah satu prinsip utama yang ditekankan dalam pelatihan tersebut adalah bahwa asesmen perkembangan anak usia dini bukan sekadar kegiatan mengumpulkan nilai atau menghasilkan laporan perkembangan.

Asesmen merupakan proses untuk memahami keunikan, kekuatan, minat, dan kebutuhan dukungan setiap anak. Guru tidak hanya mencatat aktivitas yang dilakukan anak, tetapi juga perlu memahami makna dari proses belajar tersebut dan menentukan langkah pendampingan yang tepat.

 

Baca Juga

Pendekatan ini menjadi landasan dalam penggunaan aplikasi TUMBUH, yang menghubungkan hasil pengamatan, pemaknaan pembelajaran, serta rencana tindak lanjut perkembangan anak.

“TUMBUH bukan aplikasi untuk memberikan peringkat atau label kepada anak. Aplikasi ini membantu guru memahami proses belajar anak melalui pengamatan dan dokumentasi yang berkelanjutan, sehingga setiap anak dapat dilihat secara lebih utuh,” demikian prinsip asesmen yang diperkenalkan dalam kegiatan tersebut.

 

Dengan pendekatan ini, dokumentasi perkembangan tidak hanya menjadi kebutuhan administratif, tetapi juga menjadi instrumen untuk membantu guru memahami karakteristik dan kebutuhan belajar setiap anak secara lebih menyeluruh.

Anggieta Putri Umar: Kegiatan PKM Harus Memberikan Manfaat Nyata

Ketua pelaksana kegiatan, Anggieta Putri Umar, menyampaikan bahwa kegiatan PKM tersebut merupakan bentuk implementasi ilmu yang diperoleh mahasiswa selama menempuh pendidikan Magister PAUD sekaligus upaya memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat.

Menurutnya, peningkatan kompetensi guru perlu berjalan beriringan dengan perkembangan teknologi agar pemanfaatannya benar-benar mendukung kualitas pembelajaran anak usia dini.

“Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, kami ingin memberikan kontribusi nyata kepada para guru PAUD, khususnya dalam memperkenalkan pemanfaatan teknologi digital untuk mendokumentasikan perkembangan anak. Kami berharap para peserta tidak hanya memahami cara menggunakan aplikasi TUMBUH, tetapi juga mampu menerapkannya dalam proses pembelajaran sehari-hari,” ujar Anggieta.

Ia menjelaskan, digitalisasi asesmen diharapkan dapat membantu guru melakukan pencatatan secara lebih sistematis, mempermudah pengelolaan dokumentasi perkembangan, serta mendukung penyampaian informasi kepada orang tua secara lebih terarah.

Dengan demikian, penggunaan teknologi tidak hanya berorientasi pada kemudahan administrasi, tetapi juga mendukung upaya guru memahami perkembangan dan kebutuhan anak.

Hamid Patilima Tekankan Pentingnya Asesmen yang Bermakna

Assoc. Prof. Dr. Hamid Patilima, M.Sos., selaku dosen pembimbing kegiatan sekaligus pengembang aplikasi TUMBUH, memberikan arahan mengenai konsep asesmen perkembangan anak dan pemanfaatan teknologi dalam mendokumentasikan proses belajar.

Baca Juga  Pemkab Karawang Dinilai Tepat Tarik Pajak MBLB dari PT VSM

 

Asesmen yang bermakna menuntut guru melakukan pengamatan secara berkelanjutan, mencatat fakta yang ditemukan, memahami pengalaman belajar anak, serta menentukan tindak lanjut yang sesuai dengan kebutuhannya.

“Pemanfaatan teknologi dalam asesmen PAUD harus tetap berorientasi pada kebutuhan anak. Dokumentasi perkembangan bukan sekadar catatan administratif, melainkan sarana bagi guru untuk memahami proses belajar anak dan menentukan pendampingan yang sesuai dengan perkembangannya,” jelas Hamid.

Melalui aplikasi TUMBUH, guru diperkenalkan pada pendekatan dokumentasi yang menempatkan proses perkembangan anak sebagai perhatian utama. Setiap catatan pengamatan diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai pengalaman belajar dan perkembangan anak.

 

Pendekatan tersebut juga menegaskan bahwa setiap anak memiliki proses tumbuh kembang yang berbeda sehingga membutuhkan perhatian dan pendampingan sesuai karakteristiknya.

Dukungan Pemangku Kepentingan untuk Peningkatan Kompetensi Guru PAUD

Kegiatan ini turut melibatkan unsur bidang PAUD dan kebudayaan, koordinator wilayah pendidikan, penilik, serta yayasan. Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam mendorong peningkatan kompetensi pendidik dan pengembangan praktik pembelajaran di satuan PAUD.

Dalip, S.E., M.M., selaku Kasi Bidang PAUD dan Kebudayaan Kabupaten Karawang, menekankan pentingnya peningkatan kompetensi guru dalam menghadapi perkembangan teknologi di bidang pendidikan.

“Peningkatan kompetensi guru PAUD merupakan bagian penting dalam mendukung kualitas layanan pendidikan anak usia dini. Pemanfaatan teknologi untuk asesmen perkembangan anak diharapkan dapat membantu guru melakukan pengamatan dan dokumentasi secara lebih terarah,” ungkap Dalip.

 

Sementara itu, Neneng Herlina, S.Pd., M.M., selaku Koordinator Wilayah Pendidikan III Kabupaten Karawang, menyoroti pentingnya kesiapan guru dalam memanfaatkan teknologi dengan tetap mengutamakan kebutuhan belajar anak.

“Guru PAUD perlu terus meningkatkan kompetensi dan menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi. Namun, pemanfaatan aplikasi harus tetap berorientasi pada kebutuhan belajar anak, sehingga dokumentasi yang dibuat dapat membantu guru merencanakan pembelajaran dan pendampingan yang tepat,” tuturnya.

 

Adapun Asan, S.Pd., selaku Penilik Kecamatan Telukjambe Barat, menekankan pentingnya penerapan hasil pelatihan dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari.

“Pengenalan aplikasi asesmen menjadi kesempatan bagi guru untuk memperluas wawasan mengenai dokumentasi perkembangan anak. Hal yang tidak kalah penting adalah bagaimana hasil pengamatan tersebut diterapkan dalam pembelajaran sesuai kebutuhan masing-masing anak,” jelas Asan.

 

Di sisi lain, Ratna Kamilah A. Mk., S.Pd., selaku Wakil Ketua Yayasan Makatul Mukaromah, memandang kolaborasi antara perguruan tinggi, yayasan, dan satuan pendidikan sebagai salah satu upaya untuk memperkuat kualitas layanan PAUD.

Baca Juga  Jambore Cabang Karawang 2025 Tutup dengan Hymne Satya Darma, Simbol Semangat dan Pengabdian Pramuka

 

“Kolaborasi antara perguruan tinggi, yayasan, dan satuan pendidikan sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas layanan PAUD. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat memperluas pengetahuan para pendidik serta mendorong penerapan asesmen yang lebih bermakna bagi perkembangan anak,” ujarnya.

 

Kolaborasi Perguruan Tinggi dan Satuan Pendidikan

Kegiatan PKM ini menjadi ruang kolaborasi antara perguruan tinggi, pengelola aplikasi, dan satuan pendidikan PAUD dalam memperkenalkan pemanfaatan teknologi untuk mendukung peningkatan kualitas layanan pendidikan anak usia dini.

Melalui pelatihan tersebut, peserta diharapkan tidak berhenti pada tahap mengenal fitur aplikasi, tetapi mulai membangun kebiasaan melakukan observasi, dokumentasi, refleksi, dan tindak lanjut perkembangan anak secara berkelanjutan.

Penerapan asesmen yang baik memerlukan konsistensi pengamatan dan kemampuan guru memahami hasil dokumentasi sesuai konteks pembelajaran. Karena itu, penguasaan aplikasi perlu berjalan beriringan dengan penguatan kompetensi pedagogis.

Dokumentasi yang tersusun dengan baik juga dapat mendukung komunikasi antara guru dan orang tua mengenai pengalaman belajar, perkembangan, serta bentuk dukungan yang diperlukan anak. Dalam penerapannya, informasi perkembangan anak perlu dikelola secara bertanggung jawab dengan memperhatikan kerahasiaan data pribadi.

 

Langkah Awal Menuju Asesmen PAUD yang Lebih Berkualitas

Pelatihan pengenalan aplikasi TUMBUH bukan menjadi akhir dari kegiatan, melainkan langkah awal untuk membangun praktik asesmen PAUD yang lebih bermakna.

Ke depan, kolaborasi dan pendampingan diharapkan terus dikembangkan agar pemanfaatan teknologi dapat memberikan manfaat bagi guru, satuan pendidikan, keluarga, dan terutama anak-anak.

Kegiatan PKM ini dilaksanakan oleh tim mahasiswa Magister PAUD Universitas Panca Sakti Bekasi yang terdiri atas Anggieta Putri Umar, Erny Ariefatul Khoiriyah, Nurhalimah, Zurmiyah Khoerun Nazwa, Aef Syeful Bahri, dan Augustina R. Seluruh rangkaian kegiatan berada di bawah bimbingan Assoc. Prof. Dr. Hamid Patilima, M.Sos.

Melalui semangat TUMBUH, diharapkan semakin banyak pendidik PAUD yang mampu memanfaatkan teknologi secara bijak untuk memahami, menghargai, dan mendukung setiap proses perkembangan anak.

Sebab, setiap anak memiliki proses tumbuh kembang yang berbeda. Setiap prosesnya layak diamati, dipahami, dihargai, dan didukung sesuai kebutuhan perkembangannya.

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis berdasarkan sumber yang dapat dipercaya. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi teraspasundan.com dan dapat mengalami pembaruan sesuai perkembangan informasi terbaru maupun klarifikasi dari pihak terkait.

Artikel Lainnya

Pemerintahan

Politik

Top News

Follow US

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Nasional

Daerah

Peristiwa

Popup Gambar
^
✕
Download Aplikasi GoKar
Transportasi Online Asli Karawang
INSTALL
X