KARAWANG | TERASPASUNDAN.COM – Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia meninjau langsung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan program ketahanan pangan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Karawang, Senin (25/5/2029).
Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut melibatkan jajaran Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Barat, petugas pemasyarakatan, serta sejumlah tamu undangan dari unsur pemerintahan dan mitra kerja.
Dalam agenda tersebut, Dirjen Pemasyarakatan meninjau dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta berbagai program ketahanan pangan yang dikembangkan di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Karawang. Kegiatan diawali dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan doa, laporan kegiatan, hingga sambutan dari Dirjen Pemasyarakatan sebelum melakukan peninjauan lapangan.
Program ketahanan pangan di Lapas Karawang melibatkan warga binaan asimilasi dalam berbagai sektor peternakan, perikanan, hingga pertanian. Salah satunya terlihat dari aktivitas Rizki dan dua rekannya yang tengah mengurus peternakan domba di area lapas. Mereka merupakan warga binaan asimilasi yang mengikuti program pembinaan kemandirian sebagai bekal setelah bebas menjalani masa hukuman.
Di peternakan tersebut terdapat 46 ekor domba betina jenis texel, delapan ekor domba Garut, tiga ekor domba Suffolk, serta seekor domba dorper. Para warga binaan bertugas mengelola pakan, merawat hewan ternak, hingga menjaga kebersihan kandang.
Selain peternakan domba, Lapas Karawang juga mengembangkan peternakan ayam petelur sebanyak 1.000 ekor yang bekerja sama dengan Balitbangtan Kementerian Pertanian. Saat ini, produksi telur mencapai 30 hingga 40 butir per hari. Tidak hanya itu, terdapat pula program penggemukan lima ekor sapi jenis simental.
Kepala Lapas Kelas IIA Karawang, Ma’ruf Prasetyo Hadianto, mengatakan pihaknya terus mempersiapkan berbagai pos kerja bagi warga binaan asimilasi di sektor ketahanan pangan.
“Semoga melalui program ini mereka memiliki bekal keterampilan saat kembali ke masyarakat nanti,” ujar Ma’ruf.
Ia menjelaskan, sebanyak 20 warga binaan asimilasi terlibat dalam program tersebut. Mereka telah melalui proses sidang dan memenuhi syarat untuk mengikuti kegiatan pembinaan kemandirian hingga terbitnya surat keputusan pembebasan bersyarat.
Selain itu, Lapas Karawang juga mengoperasikan SPPG 008 yang berdiri di atas lahan seluas 400 meter persegi hasil kerja sama dengan Yayasan Bumi Langit Digjaya. Program tersebut melayani empat sekolah dengan total 1.199 penerima manfaat.
“SPPG mulai beroperasi sejak 18 Mei 2026 dengan melibatkan 47 relawan, terdiri dari 29 masyarakat umum dan 18 warga binaan,” kata Ma’ruf.
Dalam kesempatan itu, kegiatan juga diisi dengan penyebaran benih ikan nila nirwana serta panen raya padi sebagai bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional.
Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Mashudi, mengapresiasi berbagai program pembinaan yang dijalankan Lapas Karawang. Menurutnya, program tersebut menjadi bentuk dedikasi, kreativitas, dan kerja nyata dalam membangun pembinaan berbasis produktivitas dan kemandirian warga binaan.
“Kegiatan ini sejalan dengan program prioritas nasional serta 15 program Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya poin delapan terkait kemandirian pangan melalui sektor perikanan dan peternakan dengan memanfaatkan lahan tidur,” ujarnya.
Mashudi menambahkan, program tersebut juga mendukung poin kesembilan terkait pembangunan dapur sehat di lapas dan rutan melalui pemberdayaan warga binaan yang terintegrasi dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurutnya, pelibatan warga binaan dalam berbagai program produktif bukan hanya menunjukkan keberhasilan pembinaan, tetapi juga membuktikan bahwa lembaga pemasyarakatan dapat menjadi pusat pemberdayaan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Warga binaan bukan individu yang harus dijauhkan dari kehidupan sosial, melainkan manusia yang perlu diberikan kesempatan untuk belajar, bekerja, memperbaiki diri, dan kembali menjadi pribadi yang bermanfaat,” kata Mashudi.
Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama, peninjauan hasil panen, serta ramah tamah dan makan bersama seluruh peserta kegiatan.


