spot_img
Senin, Oktober 5, 2026
spot_img

Diduga Serobot Fasum, Pagar Sekolah Sahabat Ilmu di Desa Wadas Karawang Ganggu Akses Warga

spot_img

TERASPASUNDAN.COM – Pembangunan pagar Sekolah Islam Sahabat Ilmu di Dusun Ciherang RT 01 RW 05, Desa Wadas, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang, menuai keluhan dari sejumlah warga setempat.

Pagar dengan tinggi sekitar 2,5 meter dan panjang kurang lebih 30 meter tersebut diduga berdiri di atas fasilitas umum (fasum) berupa jalan lingkungan yang selama ini digunakan warga sebagai akses menuju lahan milik mereka.

Salah seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengatakan, jalan tersebut sebelumnya merupakan akses yang digunakan masyarakat untuk menuju sejumlah lahan di sekitar lokasi.

- Advertisement -
-Advertisement-
Google search engine

“Setahu kami, jalan itu merupakan fasilitas umum berupa jalan lingkungan yang menjadi akses menuju lahan milik warga. Setelah dibangun pagar, akses warga menjadi terhalang,” ujar warga kepada TerasPasundan.com, Senin (5/10/2026).

Menurutnya, hingga saat ini masih terdapat sejumlah warga yang memanfaatkan jalur tersebut untuk aktivitas sehari-hari. Ia juga menyebut terdapat pemilik lahan yang berpotensi mengalami kendala apabila nantinya akan membangun rumah atau bangunan lain di area tersebut.

“Kalau ada pemilik lahan yang akan membangun rumah atau bangunan lainnya, tentu akan kesulitan membawa material karena akses masuk tertutup pagar,” katanya.

- Advertisement -

Warga tersebut menjelaskan, di sekitar lokasi memang belum seluruhnya terdapat bangunan rumah karena sebagian area masih berupa lahan kosong. Namun, menurutnya, keberadaan pagar tetap berpotensi menghambat akses menuju lahan milik warga lainnya.

“Kami menilai pembangunan tembok di atas jalur yang selama ini digunakan sebagai akses dapat menghambat akses warga lainnya, karena jalan tersebut sudah ada sebelum adanya sekolah,” ujarnya.

Selain persoalan akses, warga juga mengaku pembangunan pagar tersebut dilakukan tanpa adanya sosialisasi maupun koordinasi terlebih dahulu dengan masyarakat dan pemilik lahan di sekitar lokasi.

Baca Juga  POLRI Berhasil Ungkap Pelaku Perampokan Bank Maybank 

Sementara itu, Kepala Desa Wadas Junaedi mengaku pihak pemerintah desa tidak pernah menerima pemberitahuan maupun permohonan terkait pembangunan pagar tersebut.

“Pembangunan pagar tidak sepengetahuan pihak Pemerintah Desa,” kata Junaedi yang biasa disapa Lurah Jujun.

Lurah Jujun menyebut, berdasarkan informasi yang diterimanya, pembangunan pagar tersebut bukan dilakukan oleh pihak sekolah, melainkan oleh pemilik lahan yang berdomisili di Jakarta.

Baca Juga

“Setahu saya, yang membangun bukan pihak sekolah, melainkan pemilik tanah yang tinggal di Jakarta,” ujarnya.

Namun, keterangan tersebut berbeda dengan penjelasan pihak Sekolah Sahabat Ilmu. Pihak sekolah membenarkan bahwa pembangunan pagar dilakukan oleh pihak sekolah.

Perwakilan Sekolah Islam Sahabat Ilmu, Budi Arianto, mengatakan pembangunan pagar tersebut tidak dimaksudkan untuk menutup akses masyarakat. Menurutnya, jalan di sekitar lokasi masih dapat digunakan oleh warga.

“Jalan tersebut masih bisa digunakan dan tidak ada niat dari pihak sekolah untuk menghalangi akses warga,” kata Budi.

Baca Juga

Ia menyampaikan, persoalan tersebut sebaiknya dikomunikasikan terlebih dahulu melalui perangkat lingkungan setempat agar dapat dibahas bersama.

“Sebenarnya persoalan ini bisa dibicarakan terlebih dahulu melalui RT atau RW. Kami menyayangkan adanya keluhan dari warga tanpa adanya komunikasi langsung dengan pihak sekolah,” ujarnya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat penjelasan lebih lanjut terkait status kepemilikan lahan maupun batas area yang menjadi lokasi pembangunan pagar tersebut.

Sacim Zein

Artikel Lainnya

Pemerintahan

Politik

Top News

Follow US

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Nasional

Daerah

Peristiwa

Popup Gambar
^
✕
Download Aplikasi GoKar
Transportasi Online Asli Karawang
INSTALL
X