KARAWANG | TERASPASUNDAN.COM | Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Buana Perjuangan (UBP) Karawang. Tiga mahasiswa UBP berhasil meraih Juara III PSYNERGY Competition 2026, kompetisi debat dan cerdas cermat tingkat nasional yang untuk pertama kalinya digelar Fakultas Psikologi UBP Karawang.
Ketiga mahasiswa tersebut yakni Raina Annisa Iznada, Mezaluna Fizhila, dan Fazri Yanta. Atas prestasi tersebut, tim UBP Karawang berhak membawa pulang hadiah sebesar Rp1 juta.
Menariknya, PSYNERGY Competition 2026 menjadi pengalaman pertama bagi ketiganya mengikuti kompetisi tingkat nasional. Persiapan pun dilakukan dalam waktu relatif terbatas, di tengah kesibukan menjalani perkuliahan, pekerjaan, hingga aktivitas organisasi.
Kondisi tersebut membuat ketiganya harus pintar membagi waktu, menentukan prioritas, sekaligus menjaga komitmen agar seluruh rangkaian kompetisi dapat diikuti secara maksimal.
Meski menghadapi keterbatasan waktu persiapan, Raina, Mezaluna, dan Fazri mampu melewati lima babak kompetisi dan bersaing dengan tim mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Hasilnya, tim Fakultas Psikologi UBP Karawang berhasil mengamankan posisi ketiga. Juara I diraih UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, sementara Universitas Tarumanegara menempati posisi kedua.
Dosen Pembina Mahasiswa (DPM) Fakultas Psikologi UBP Karawang, Yulyanti Minarsih, M.Psi., Psikolog, mengaku bangga dengan pencapaian yang diraih ketiga mahasiswa tersebut.
Menurutnya, keberhasilan tersebut bukan sekadar tentang posisi juara, melainkan keberanian mahasiswa untuk mencoba, menjalani proses, serta membuktikan kemampuan di level nasional.
“Saya bangga sekali dengan mereka. Ini pengalaman pertama mereka mengikuti kompetisi seperti ini, sementara waktu persiapannya juga sangat terbatas. Di saat yang sama mereka tetap harus kuliah, bekerja, dan menjalankan kegiatan organisasi. Jadi mereka benar-benar harus belajar membagi waktu dan mengatur diri sendiri,” ungkap Yulyanti.
Ia menambahkan, salah satu hal yang membuat prestasi tersebut semakin bermakna adalah proses yang dijalani ketiga mahasiswa secara mandiri.
Meskipun kompetisi digelar di kampus sendiri, mereka tetap mengikuti seluruh proses sebagaimana peserta dari perguruan tinggi lainnya.
“Saya sebagai DPM tidak memberikan intervensi apa pun dalam proses kompetisinya. Mereka berjuang layaknya peserta dari universitas lain. Justru itu yang membuat saya semakin bangga. Walaupun mereka bertanding di rumah sendiri, mereka tidak mendapatkan perlakuan khusus,” tegasnya.
Menurut Yulyanti, capaian tersebut menjadi bukti bahwa mahasiswa Fakultas Psikologi UBP Karawang mampu bersaing denganMohon maaf, saya salah tangkap instruksinya. Saya mengerti sekarang.
Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis berdasarkan sumber yang dapat dipercaya. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi teraspasundan.com dan dapat mengalami pembaruan sesuai perkembangan informasi terbaru maupun klarifikasi dari pihak terkait.


