Implementasikan Dana Desa, Kades Bobos Fokus Bangun Infrastruktur

SUBANG | TERASPASUNDAN.COM | Dengan memanfaatkan dana desa, Pemerintah Desa (Pemdes) Bobos Kecamatan Legonkulon laksanakan program pembangunan sesuai prioritas dan kebutuhan masyarakat.

Sebab, infrastruktur desa merupakan hal penting untuk meningkatkan kemandirian dan perekonomian untuk warga Desa Bobos.

Kepala Desa Bobos Anwar Nurjali mengungkapkan bahwa di tahun ini, pihaknya masih memprioritaskan pembangunan di wilayah timur.

“Untuk Desa Bobos, Kami masih fokuskan pembangunan di Bobos Timur, karena di sana ketinggalan jauh daripada Bobos Barat, terutama infrastruktur jalan,” ungkapnya. Senin, (15/1/2024) sore.

Untuk mencapai target pembangunan di Desa Bobos, Anwar berupaya dengan mengurangi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD).

“Karena pembangunan di Desa Bobos masih banyak yang belum terealisasi, makanya untuk BLT DD tahun ini kita dikurangin lagi, yang tadinya 36 KPM terdiri dari 1 RT 2 orang, sekarang hanya 18 KPM dari 1 RT 1 orang. Karena kita fokus pembangunan pasca pandemi Covid-19 yang menjeda pembangunan,” papar Anwar.

Selain itu, Anwar juga mengupayakan peningkatan perekonomian masyarakat yang notabenenya sebagai petani.

“Di Bobos Timur itu ada jalan usaha tani (JUT), karena selama ini yang menjadi kendala pertanian di desa ini salah satunya jalannya, jadi harga padi disini murah karena akses jalannya. Kemudian kami juga butuh normalisasi sungai,” ujar Kades Bobos.

Menurut Anwar, pembangunan di Desa Bobos Timur baru tercapai 40% dari seluruhnya, maka dari itu Ia berharap kepada pemerintah agar meningkatkan Dana Desa (DD) untuk akselerasi pembangunan di desa.

Ia juga berharap pemerintahan Kabupaten Subang lebih memperhatikan wilayahnya, karena di Desa Bobos masih ada sekitar 5 kilometer lagi jalan kabupaten yang belum diperbaiki.

“Kemudian untuk pemerintah provinsi khususnya BBWS juga lebih diperhatikan lagi di wilayah kami khususnya tanggul Cipunagara yang selama ini menjadi jalan utama masyarakat kami khususnya pertanian dan untuk di tingkat pusat, kami berharap adanya perbaikan jembatan gantung karena sudah 26 tahun belum ada perbaikan, lebih bagus bisa dibeton agar jembatan gantung bisa dilalui kendaraan roda empat,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

dpdiwoilamsel