Polisi Bongkar 50 Gardu Ormas, Kapolres Jakbar: Tidak Boleh Ada yang lebih Tinggi dari Merah Putih

Dok. Istimewa

JAKARTA | TERASPASUNDAN.COM | Kehadiran sejumlah ormas di tengah-tengah masyarakat dinilai meresahkan karena kerap melakukan tindakan pelanggaran hukum.

Polisi pun baru-baru ini menertibkan spanduk dan posko ormas di Jakarta.

Bacaan Lainnya

Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran juga langsung meminta jajarannya untuk menertibkan atribut-atribut ormas yang banyak dipasang dan bertebaran di pinggir jalan hingga wilayah permukiman warga.

Fadil mengatakan, penertiban atribut ormas dilakukan untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Sedangkan, Kapolres Metro Jakarta Barat meminta seluruh atribut organisasi kemasyarakatan (Ormas) yang terpasang di sejumlah tempat diturunkan agar masyarakat paham hidup berpancasila.

“Simbol tersebut diturunkan supaya mengurangi hal yang sifatnya egosentris karena kita tinggal di daerah berdasarkan Pancasila, tidak boleh ada yang lebih tinggi dari merah putih,” kata Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Ady Wibowo saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu (9/12).

Dengan demikian, katanya, tidak ada kesan egosentris atau arogan antar ormas yang bisa memberikan rasa tidak aman kepada warga sekitar.

Maka dari itu, lanjutnya, pihak kepolisian sudah berkomunikasi dengan seluruh pimpinan ormas agar mau menurunkan atribut yang terpasang di sejumlah tempat.

Ady memperkirakan saat ini sudah ada 50 pos ormas yang telah dialihfungsikan sebagai fasilitas warga dan ratusan bendera sudah diturunkan oleh para anggota ormas masing-masing.

“Saya sangat apresiasi dari teman-teman ormas secara keinginan menurunkan atribut tersebut,” jelas Ady.

Ady berharap upaya bisa membuat semua ormas di wilayahnya kompak dalam menjaga keamanan dan ketentraman warga.

Sebelumnya, beberapa wilayah di Jakarta Barat sudah melakukan penurunan atribut ormas, salah satunya di kawasan Tambora.

Hal tersebut dilakukan guna mencegah adanya gesekan antar ormas dan menggunakan posko lebih bermanfaat bagi warga.

Sebanyak 10 titik posko atau gardu telah dilakukan penertiban oleh masing-masing ketua ormas secara kesadaran sendiri,” kata Kapolsek Tambora Kompol Faruk Rozi.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo juga menyinggung kewibawaan Polri saat memberikan arahan kepada para Kepala Satuan Kerja di Badung, Bali, yang disiarkan secara virtual melalui YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (3/12/2021).

Jokowi menyentil polisi yang malah sowan ke pimpinan ormas yang kerap membuat keributan. Jokowi meminta agar ketegasan dan kewibawaan tidak hilang dari Polri.

“Ketegasan itu juga jangan hilang dari Polri. Kewibawaan juga jangan hilang dari Polri. Saya sudah lama sekali ingin menyampaikan, ada kapolda baru, ada kapolres baru, malah datang kepada sesepuhnya ormas yang sering membuat keributan,” ujar Jokowi.

“Bener ini? (Lalu) saya tanya ke kapolres. Kenapa bapak melakukan ini? (Dijawab) supaya kotanya kondusif. Tapi apakah cara itu betul? Hati-hati jangan menggadaikan kewibawaan dengan sowan kepada pelanggar hukum,” tegasnya. (Red.)

(Sumber : era.id)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

dpdiwoilamsel