Tau Gak Sih? Rp 1,5 Miliar Dianggarkan untuk Proyek Jalan Puncak Sempur Karawang, Toto : Mubazir

Istimewa.

Karawang, Teraspasundan.com – Sulitnya ekonomi di masa pandemi covid-19 para pedagang kecil tetap berusaha untuk bisa terus bertahan hidup dalam memenuhi kebutuhannya. Justru itu tidak terlihat bagi Pemerintah Kabupaten Karawang.

Pasalnya, meski di tengah pandemi covid-19 Pemerintah Kabupaten Karawang tetap menganggarkan Peningkatan Jalan Puncak Sempur melalui Dinas PUPR dengan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Karawang Tahun Anggaran 2021.

Lebih hebatnya lagi kucuran anggaran yang dialokasikan untuk kegiatan tersebut sangat fantastis, berdasarkan APBD Karawang Tahun 2021 untuk kegiatan Peningkatan Jalan Puncak Sempur dengan total pagu Rp Rp 1.593.211.000.

Menanggapi hal tersebut, Anggota DPRD Karawang, Toto Suripto, mengaku kecewa atas proyek peningkatan jalan Puncak Sempur di Kecamatan Tegalwaru.

Pasalnya, menurut Toto, proyek senilai Rp1,5 Miliar lebih itu hanya menguntungkan para pejabat yang memiliki lahan di sekitar Puncak Sempur.

“APBD itu milik rakyat, bukan milik pejabat. Kok ini seenaknya bangun jalan dengan uang yang tidak sedikit tapi hanya menguntungkan para pejabat,” ujar Toto, Senin (6/9/2021).

Menurut Toto, proyek yang dikerjakan oleh CV Cahaya Mutiara Pakis ini terkesan dipaksakan dan menyampingkan prioritas pembangunan yang lain.

Padahal, kata Toto, ada hal lain yang lebih penting dibanding memaksakan proyek pembangunan jalan menuju Puncak Sempur.

Meski begitu, Toto enggan menyebut siapa saja pejabat yang diuntungkan atas proyek jalan menuju Puncak Sempur tersebut.

“Ya saya gak mau sebut nama, tali itu jalan menuju lokasi lahan milik pejabat,” ucap Toto.

Diketahui, proyek jalan ini dikerjkan oleh CV. Cahaya Mutiara Pakis dengan nominal Rp1.593.211.000 selama 120 hari kerja. Panjang jalan yang dikerjakan yaitu 930 meter dengan lebar 5 meter.

Saat ini pekerjaan sudah berjalan 50 persen lebih. Toto enggan mempermasalahkan soal kualitas jalan yang dibangun.

Dia hanya mengkritisi soal pembangunan yang dianggap ‘mubadzir’ karena tidak bermanfaat maksimal bagi masyarakat Karawang.

“Yang mubajir bukan puncak Sempur tapi Jln yang lokasinya di BTB 1 Mulya sejati karena jln yang di bangun ga ada penduduknya,” ucap Toto. (Yna)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

dpdiwoilamsel