Advertisement
Close × Iklan Header
spot_img

Pengawasan Diperketat, Program Makan Bergizi Fokus Kualitas Pangan Anak Sekolah

👁️ 710 Views
spot_img

BANDUNG | TERASPASUNDAN.COM – Pemerintah Pusat bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat menggelar Rapat Koordinasi Penyelenggaraan Program Makan Bergizi (MBG) Provinsi Jawa Barat yang berlangsung di Aula Barat Gedung Sate, Kota Bandung.

Kegiatan strategis ini dihadiri oleh Menteri Koordinator, Wakil Menteri Dalam Negeri, jajaran Badan Gizi Nasional (BGN) RI, Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan, Gubernur Jawa Barat, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, serta para Bupati dan Wali Kota se-Jawa Barat.

Dalam arahannya, Menteri Koordinator menegaskan bahwa keberhasilan Program MBG membutuhkan sinergi kuat antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten/kota. Ia menekankan pentingnya pengawasan berkala terhadap kualitas bahan pangan, khususnya sayuran dan ikan, agar asupan gizi yang diterima anak-anak benar-benar memenuhi standar kesehatan.

- Advertisement -
-Advertisement-
Google search engine

Selain itu, penguatan rantai pasok pangan melalui kolaborasi dengan KDKMP, SPPG, Bulog, serta mitra lainnya dinilai menjadi kunci keberlanjutan program. Menurutnya, Program MBG tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi anak, tetapi juga diharapkan mampu menggerakkan ekonomi rakyat dan memberikan dampak luas di sektor pendidikan, ekonomi, serta kesejahteraan masyarakat.

Program MBG secara nasional menargetkan 82,9 juta penerima manfaat, dengan dukungan 30.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta alokasi APBN sebesar Rp171 triliun, sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Program MBG.

Menko juga menyampaikan bahwa Program MBG merupakan bagian penting dalam upaya mewujudkan Generasi Indonesia Emas 2045. Ia turut mengapresiasi keberadaan 145 dapur SPPG tanggap darurat yang telah beroperasi membantu masyarakat terdampak bencana banjir di wilayah Sumatra.

- Advertisement -

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat menekankan perlunya perubahan paradigma dalam pengawasan Program MBG, terutama pada pemeriksaan kualitas makanan yang benar-benar diterima siswa di sekolah. Ia menilai, pengawasan tidak cukup hanya pada proses produksi, tetapi juga pada hasil akhir yang dikonsumsi anak-anak.

Baca Juga  Insiden Pemukulan Wartawan, Ketum IWOI Tegaskan Siap Memimpin sebagai Panglima Perangnya

Dengan APBD Jawa Barat yang mencapai sekitar Rp50 triliun, Gubernur berharap Program MBG mampu memberikan multiplier effect ekonomi yang kuat serta menggerakkan perputaran uang di tengah masyarakat, khususnya pelaku UMKM dan sektor pangan lokal.

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis berdasarkan sumber yang dapat dipercaya. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi teraspasundan.com dan dapat mengalami pembaruan sesuai perkembangan informasi terbaru maupun klarifikasi dari pihak terkait.
👁️ 710 Views

ARTIKEL LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TOP NEWS

Follow US

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Trending

Popup Gambar