KARAWANG | TERASPASUNDAN.COM — Keberhasilan pemerintah mewujudkan swasembada pangan nasional mulai dirasakan langsung oleh para petani di Karawang, Jawa Barat. Sebagai salah satu lumbung padi utama Indonesia, Karawang mencatat peningkatan produksi yang signifikan serta perbaikan harga gabah yang berdampak pada naiknya kesejahteraan petani.
Ahmad, petani Desa Kertamukti, Kecamatan Cilebar, yang telah menggeluti sektor pertanian sejak 1990, mengungkapkan kondisi pertanian saat ini jauh lebih baik dibandingkan beberapa tahun lalu.
“Sekarang pupuk lebih mudah didapat dan harganya juga lebih terjangkau. Dulu sempat sulit, sekarang jauh lebih lancar,” ujarnya, dikutip Agricom.id dari laman Kementerian Pertanian, Minggu (11/1/2026).
Ahmad menyebut, produktivitas sawah di Karawang mengalami lonjakan tajam. Jika sebelumnya hasil panen hanya berkisar 2–3 ton per hektare, kini petani mampu menghasilkan lebih dari 6 ton, bahkan mencapai 7–8 ton per hektare.
“Produksi jelas meningkat. Ini berkat bantuan pemerintah, mulai dari pupuk, alat dan mesin pertanian, hingga kebijakan yang benar-benar berpihak kepada petani dan terasa sampai ke lapangan,” katanya.
Keberhasilan swasembada beras nasional pada 2025, yang ditandai dengan tidak dilakukannya impor beras, turut memperkuat kepercayaan diri petani. Kebijakan penetapan harga gabah juga dinilai memberikan dampak langsung terhadap perekonomian rumah tangga petani.
“Harga gabah sekarang benar-benar terasa manfaatnya. Baru setahun sudah kelihatan. Kesejahteraan petani di sini naik sekitar 70 hingga 75 persen,” ungkap Ahmad.
Hal senada disampaikan Leo, petani di Kecamatan Cilebar. Menurutnya, kombinasi kelancaran distribusi pupuk dan harga gabah yang stabil menjadi faktor utama meningkatnya pendapatan petani.
“Pupuk lancar, harga padi bagus, panen juga bagus. Tanaman sehat, petani jadi lebih semangat,” ujarnya.
Sementara itu, Karyadi, petani asal Desa Sukapura, Kecamatan Rawamerta, menilai kebijakan pemerintah telah menumbuhkan optimisme petani untuk terus meningkatkan produksi.
“Dengan swasembada pangan ini, kami semakin semangat. Harga padi naik, bantuan alat tersedia, semuanya terasa di lapangan,” katanya.
Di tengah capaian positif tersebut, para petani berharap pemerintah terus memperkuat pembangunan dan perbaikan infrastruktur irigasi, khususnya di wilayah pesisir Karawang yang rentan terhadap gangguan air, guna menjaga keberlanjutan produksi.
Menutup pernyataannya, para petani menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman atas kebijakan yang dinilai semakin berpihak kepada petani.
“Terima kasih kepada Bapak Presiden dan Bapak Menteri Pertanian. Kami benar-benar merasakan kemajuannya,” ujar Ahmad.
Keberhasilan swasembada pangan ini menegaskan komitmen pemerintah dalam membangun pertanian nasional yang kuat, berdaya saing, serta menjadikan kesejahteraan petani sebagai fondasi utama ketahanan pangan Indonesia.


