TASIKMALAYA | TERASPASUNDAN.COM | Adanya salah satu LSM, yang menyatakan terkait dugaan pengurangan spesifikasi material serta penggunaan besi bekas dalam pembangunan SD Karang Tengah, Kelurahan Anyar, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya, akhirnya mendapatkan tanggapan resmi.
Pihak pelaksana kegiatan Pembangunan menegaskan informasi tersebut tidak benar dan meluruskan kesalahpahaman yang berkembang di masyarakat.
Pembangunan sekolah ini sendiri sudah dimulai sejak 30 Juni 2026 dengan target penyelesaian pada November tahun 2026 ini.

Selain untuk memenuhi kebutuhan sarana pendidikan yang layak bagi warga sekitar, proyek ini juga menjadi wujud pemberdayaan masyarakat setempat. Sebanyak kurang lebih 20 warga lokal dilibatkan dalam proses pengerjaan, didukung 4 tenaga ahli yang kompeten di bidangnya. Selain itu, pelibatan juga diberikan kepada anggota Pemuda Pancasila Ranting Desa Karang Anyar serta anggota organisasi kemasyarakatan lainnya, agar pembangunan ini terasa milik bersama dan melibatkan partisipasi seluruh elemen masyarakat.
Terkait rumor yang menyebutkan penggunaan besi bekas dalam struktur bangunan, Aspar Sanjaya selaku Humas Panitia Pembangunan Sarana Pendidikan (P2SP) menegaskan hal itu sepenuhnya keliru.
Saat ditemui awak media di lokasi pembangunan, Selasa (21/7/2026), ia menjelaskan besi yang terlihat terpasang di bangunan lama yang belum dibongkar itu hanyalah berfungsi sebagai penyangga sementara, agar struktur bangunan tidak roboh saat proses pengecoran berlangsung.
“Besinya belum dibongkar karena fungsinya hanya untuk menyangga bangunan, agar tidak roboh saat dicor. Itu bukan berarti kami memakai besi bekas untuk struktur bangunan baru,” jelas Aspar, sambil memperlihatkan seluruh material yang disiapkan dan digunakan sudah sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan dalam dokumen proyek.
Aspar turut menyayangkan adanya sebagian masyarakat yang langsung menyebarkan informasi tanpa melakukan konfirmasi terlebih dahulu ke pihak terkait.
Menurutnya, hal ini dapat menimbulkan kecurigaan yang tidak perlu dan mengganggu kelancaran proses pembangunan yang bertujuan untuk kepentingan bersama.
“Kami sangat terbuka dan menyambut baik siapa saja warga yang ingin bertanya, melihat langsung kelengkapan dokumen maupun material yang digunakan. Silakan datang ke lokasi, kami jelaskan satu per satu agar tidak ada kesalahpahaman,” ujarnya.
Di akhir pernyataannya, Aspar menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pemerintah Pusat dan Pemkot Kota Tasikmalaya, pihak kepala sekolah, serta seluruh warga yang telah bahu-membahu dan memberikan dukungan selama proses pembangunan berlangsung. Ia berharap ke depannya masyarakat lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, serta tetap menjaga kerjasama yang baik hingga pembangunan SD Karang Tengah ini selesai dan dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh anak-anak didik.
(santi Nurmayanti)


