Disdik Bangun Sekolah Kok Kagok, Komisi III : APBD Rp. 4,9 Triliun Loch, Malu Kita! 

Dok. Istimewa

KARAWANG | TERASPASUNDAN.COM | Komisi III DPRD Kabupaten Karawang menyesalkan kinerja Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Karawang yang diduga merencah – rencah anggaran pembangunan infrastruktur ruang kelas baru, menjadi hanya Rp. 200 jutaan.

“Jangan begitulah, sekolah – sekolah jangan diplot diangka Rp. 200 jutaan,” ungkap Acep Suyatna, Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Karawang, Fraksi PKB, kepada teraspasundan.com, Senin (10/1/2022).

“Selesaikan setiap pembangunannya. Anggaran Pendapatan dan Belanja  Daerah (APBD) kita kan sampai Rp. 4,9 Triliun loch, Malu kita !,” sesalnya lagi.

Jika tidak percaya, ungkap Acep lebih lanjut, Silahkan cek disekolah – sekolah, ada yang pembangunannya bahkan tidak ada pintu dan jendelanya.

“Sungguh ironis, Masa bisa begitu, dibeberapa sekolah ada pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) yang tidak selesai. Dibangun tapi tidak ada pintu dan jendela,” ujar Acep menuturkan.

“Tidak ada meja, tidak ada kursi, lalu siswa mau belajar dimana,” imbuhnya lagi.

Menurut Acep, jika Dinas Pendidikan (Disdik) tidak bisa menyelesaikan tiga ruang kelas baru, selesaikan saja satu terlebih dahulu.

” Kalau tidak selesai tiga ruang kelas,  ya, satu saja yang dibangun sampai itu bisa benar- benar ditempati. Sekarang siswa belajar offline baru 50 persen, bagaimana kalau 100 persen pembelajaran offline, lalu ruang kelas tidak bisa digunakan, ya, ekstrem ini namanya,” ungkap Acep kesal.

“Ingat pendidikan inikan prioritas, jadi harus diutamakan,” pungkasnya.

Terpisah, Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Karawang, Endang Sodikin pun menyesalkan hal yang sama.

Dikatakan Endang, saat ini ada sekitar 689 sampai 900an sekolah yang harus diperbaiki. Dari tingkat kerusakan ringan, sedang dan rusak berat termasuk Ruang Kelas Baru (RKB).

” termasuk sekolah – sekolah baru yang memang masih membutuhkan pembangunan RKB,” ungkapnya.

“Anggarannya kalau ditotalkan dibawah Rp. 20 Miliar. Dan ini yang akan kita lakukan pemetaan, kita akan tahu nanti faktualnya berapa,” jelas Endang.

Bahkan diduga di dinas pendidikan ini ada indikasi permainan. Pasalnya ada sekolah yang sudah mengajukan berkali – kali bantuan namun tak kunjung diberi. Namun ada juga sekolah – sekolah yang berkali- kali mendapatkan bantuan.

“Ini akan kami evaluasi, kita akan turun ke sekolah – sekolah, agar sekolah -sekolah yang belum mendapatkan bantuan dapat tersentuh oleh bantuan baik RKB, rehab ringan maupun sedang termasuk mebeuler sekolah yakni, bangku dan meja tulis,” tandas politisi Partai Gerindra itu menutup pembicaraan. (HD)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

dpdiwoilamsel