Untuk Pulihkan Ekonomi Warga Bandung, Pasar Cihampelas Akan di Reaktivasi

Istimewa

Bandung – Teraspasundan.com – Pemkot Bandung akan mereaktivasi kembali kawasan Teras Cihampelas. Beragam kegiatan akan dilakukan di lokasi wisata belanja ini untuk memulihkan ekonomi.
Dinas Koperasi dan UMKM Kota Bandung bekerja sama dengan Rotor atau sebuah komunitas kreator anak muda menggelar kegiatan aktivasi Teras Cihampelas, Sabtu (20/11).

Acara bertajuk Ruang Riung Teras Cihampelas, diisi dengan diskusi, pameran karya, pentas seni dan berbagai macam kegiatan lainnya. Beragam kegiatan ini menjadi strategi untuk memulihkan perkonomian pasca pandemi COVID-19.

“Mudah-mudahan dengan kita aktivasi ada kegiatan seni, budaya dan nanti jadi co working space, Teras Cihampelas bisa ramai lagi dan jadi ikon lagi,” kata Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana dalam keterangan tertulis yang dilansir dari detikcom, Minggu (21/11/2021).

Yana berujar, upaya aktivasi ini bisa kembali membuat pamor Teras Cihampelas kembali meningkat. Terlebih saat pandemi COVID-19 membuat banyak pedagang terpaksa berhenti berjualan.

Yana tidak menampik apabila upaya untuk mengembalikan aktivitas pedagang harus ekstra keras. Dari 192 pedagang yang ada di Teras Cihampelas, saat ini hanya sekitar 40-an pedagang yang sudah mulai berjualan.

“Hampir dua tahun pandemi semua fasilitas publik ditutup, termasuk Teras Cihampelas. Tentunya berdampak pada pedagang. Sekarang karena sudah di level 2, kita sudah membuka beberapa fasilitas publik, termasuk Teras Cihampelas,” tuturnya.

“Cuma karena saat aktivasi itu pedagang itu sudah lama berhenti, jadi tidak gampang untuk mengajak memulai lagi,” tambahnya.

Selain aktivasi kegiatan, Yana juga sudah meminta agar sarana dan prasarana Teras Cihampelas terus ditingkatkan. Sekaligus juga mengimbau agar pengawasan dan semangat untuk memelihara fasilitas yang ada ini menjadi tanggung jawab bersama.

“Kita cat ulang. Misalkan kios makanan itu ada meja kursi, kita buatkan desainnya supaya ada yang ditutup. Supaya tidak kepanasan atau kehujanan. Tidak semua, bergantung lokasi-lokasinya saja,” tuturnya.

Perihal wacana peningkatan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) ke level 3, Yana menuturkan kebijakan tersebut hanya membatasi mobilitas. Namun tidak sampai menutup total beberapa aktivitas yang sudah direlaksasi.

“Kalau PPKM level 3 yang saya tangkap lebih kepada tempat yang sudah direlaksasi tidak ditutup. Tapi jam operasional dan kapasitasmya dikurangi. Ini supaya mengurangi mobilitas, karena dikhawatirkan libur Natal dan tahun baru meningkatkan mobilitas,” jelasnya.

Sementara perwakilan Rotor Meizan ‘Ican’ menuturkan, para pelaku ekonomi kreatif akan mencoba berkolaborasi dengan para pedagang di Teras Cihampelas. Sehingga mampu berkontribusi memberikan nilai tambah kualitas dan kuantitas produk Kota Bandung.

“Kita koperasi tapi lintas disiplin di industri kreatif. Kami berharap kolektif ini titik bertemunya latar belakang para kreator menjadikan Teras Cihampelas sebagai studi kasus. Bagaimana kreator bertemu dengan pelaku usaha nonformal ini bisa meningkatkan produk dan daya jual Kota Bandung,” kata Ican. (red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

dpdiwoilamsel