UBP Gandeng Forum Ekraf Karawang Gelar Forum Group Discussion

Karawang – Teraspasundan.com – Universitas Buana Perjuangan (UBP) bekerjasama dengan Forum Ekonomi Kreatif Karawang dan Komite Pemulihan Ekonomi Daerah Jawa barat, menggelar Forum Group Discussion (FGD) dengan mengangkat tema “Pemulihan Ekonomi Di sektor Ekonomi Kreatif dan Integrasi Kemiskinan Ekstrem di Kabupaten Karawang” bertempat di gedung kampus UBP, Rabu (3/11/2021).

Dengan menghadirkan Rektor UBP Dr Dedi Mulyadi dan Sekda Kabupaten Karawang Drs Acep Jamhuri sebagai narasumber, dialog berjalan interaktif dihadiri mahasiswa UBP, pelaku umkm, pelaku seni budaya dan pariwisata, Asda 1 serta beberapa kepala OPD.

Dalam pemaparannya Rektor UBP Dr Dedi Mulyadi menyoroti tentang urgensi data dan pemetaan dalam upaya pengentasan kemiskinan ekstrem di Karawang, ada beberapa kriteria miskin ekstrem antara lain orang yang tidak punya penghasilan, orang tua yang mempunyai penyakit menahun tidak sembuh sembuh, orang yang tidak memiliki tempat tinggal, dan lain sebagainya.

“Kami dari akademisi selalu berpatokan pada data, termasuk soal isu kemiskinan ekstrem di Kabupaten Karawang. Kami melihat data yang dikeluarkan BPS sudah terstandarisasi. Jadi kita tidak bisa mengelak. Tapi bukan berarti kita diam. Kita perlu juga mempelajari bagaimana data kemiskinan ekstrem itu diambil,” ujar Dedi.

Menurut Dedi, mengingat pentingnya data maka UBP sendiri telah melakukan pemetaan dan inventarisasi menyeluruh pada sekitar 180 desa di Kabupaten Karawang.

“Kami sudah terjunkan banyak mahasiswa ke desa-desa untuk melakukan pendataan termasuk potensi kewirausahaannya. Data-data itu sudah kami kompilasi ke dalam bentuk sebuah buku berjudul Metamorfosis Desa Kabupaten Karawang. Ini adalah bagian dari kontribusi kami kepada Kabupaten Karawang, terutama terkait data dan pemetaan desa. Dan hal ini sangat diperlukan, termasuk hubungannya dengan isu kemiskinan ekstrem. Karena data-data tersebut bisa menjadi panduan kita dalam melaksanakan Langkah-langkah mengatasi kemiskinan ekstrim, jika di izinkan oleh Pemda Karawang, kami akan menurunkan mahasiswa/wi kami untuk observasi ke 25 desa di 5 Kecamatan yang terindikasi masuk kriteria kemiskinan ekstrem di wilayah Karawang,”tegas Dedi.

Sementara itu Sekda H.Acep Jamhuri menyatakan bahwa sekarang ini Karawang masuk dalam urutan 14 kemiskinan ekstrem provinsi jawa barat, sebesar 8,26% angka kemiskinan ekstrem, Karawang pun masuk dalam skala prioritas pemerintah pusat dalam penanggulangan kemiskinan ekstrem,”tutur Acep.

“Data awal menginformasikan ada sekitar 130 ribu masyarakat Karawang tergolong miskin ekstrem. Dan berdasarkan data terbaru kemiskinan ekstrem di Karawang ternyata tersebar di seluruh wilayah. Tapi kita harus tahu bahwa ukuran kemiskinan ekstrem itu ada banyak. Tidak hanya menyangkut pendapatan di angka sekian rupiah, tapi juga ukuran akses Kesehatan, sanitasi juga akses informasi atau pendidikan,” ungkap Acep.

Acep mengungkapkan bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang telah menyiapkan langkah-langkah strategis untuk mengatasi masalah kemiskinan ekstrem.

Menurut Acep, Pemda mempunyai strategi seperti validasi data, program-program pemenuhan kebutuhan dasar, meningkatkan kemudahan akses pendidikan, skema pendampingan untuk para UMKM, penyiapan PUSKESOS (Pusat Kesejahteraan Sosial Terpadu) dan program lainnya yang terdapat di semua OPD, termasuk pengkolaborasian ekonomi kreatif dan kepariwisataan,”ucapnya. (FJR)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

dpdiwoilamsel