Advertisement
Close × Iklan Header
spot_img

Tinjau Banjir Sukamekar, Erick Heryawan Dorong Normalisasi Sungai dan Mitigasi Jangka Panjang

👁️ 710 Views
spot_img

KARAWANG | TERASPASUNDAN.COM — Banjir yang kembali melanda Desa Sukamekar, Kecamatan Jatisari, Kabupaten Karawang, mendapat perhatian dari Anggota DPRD Karawang Fraksi Partai NasDem, H. Erick Heryawan K., S.E. Pada Minggu (25/1/2026), ia turun langsung ke lokasi terdampak untuk melihat kondisi warga sekaligus menyalurkan bantuan kemanusiaan.

Dalam peninjauan tersebut, Erick menegaskan bahwa penanganan banjir tidak dapat berhenti pada respons darurat semata. Pemerintah daerah, menurut dia, perlu memperkuat mitigasi bencana jangka panjang agar peristiwa serupa tidak terus berulang setiap musim hujan.

Erick juga berdialog dengan sejumlah warga terdampak, salah satunya Ibu Warni (60), warga Dusun Karajan 2, yang rumahnya sempat terendam banjir hingga mencapai kedalaman sekitar satu meter.

- Advertisement -
-Advertisement-
Google search engine

Dari perbincangan tersebut, Erick mendapatkan gambaran langsung mengenai dampak banjir terhadap kehidupan sehari-hari warga.

Meski genangan air mulai surut, Erick menilai bahwa persoalan belum sepenuhnya selesai. Beban pascabanjir, seperti membersihkan lumpur, memperbaiki rumah, dan menjaga kesehatan keluarga, justru menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat.

“Kami prihatin dengan kondisi warga. Walaupun masa pengungsian hanya berlangsung dua malam, kelelahan dan kerugian tetap dirasakan karena warga harus membersihkan rumah dan menghadapi risiko penyakit setelah banjir surut,” kata Erick di sela kunjungan.

- Advertisement -

Ia turut mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Desa Sukamekar yang telah menyiapkan posko pengungsian bagi warga terdampak, sehingga kebutuhan dasar masyarakat dapat tertangani sejak awal.

Dalam keterangannya, Erick menguraikan sejumlah faktor teknis yang dinilainya berkontribusi terhadap banjir berulang di wilayah tersebut. Ia menyebut kapasitas sungai yang menurun akibat sedimentasi serta penyempitan sempadan menjadi persoalan utama yang perlu segera ditangani.

Sedimentasi sungai, lanjut Erick, menyebabkan dasar sungai dangkal sehingga volume tampung air berkurang. Sementara itu, penyempitan sempadan sungai menghambat aliran air ketika curah hujan tinggi.

Baca Juga  Melalui Light Up The Dream, PLN Sambungkan Listrik Gratis untuk Warga di Margasari Karawang

“Air pada dasarnya membutuhkan jalur yang lancar. Ketika sungai mengalami pendangkalan atau penyempitan, air akan meluap dan masuk ke permukiman warga,” ujarnya.

Erick mendorong Pemerintah Kabupaten Karawang untuk melakukan kajian risiko bencana secara lebih komprehensif, terutama guna melindungi sektor-sektor produktif seperti lahan pertanian, Jalan Usaha Tani (JUT), dan fasilitas pendidikan yang kerap terdampak banjir.

Sebagai langkah konkret, ia mengusulkan normalisasi sungai melalui pengerukan (dredging) dan pelebaran sungai di sejumlah titik rawan.

“Normalisasi perlu menjadi prioritas agar daya tampung sungai kembali optimal. Upaya ini penting untuk mengurangi risiko dan dampak banjir di masa mendatang,” kata Erick.

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis berdasarkan sumber yang dapat dipercaya. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi teraspasundan.com dan dapat mengalami pembaruan sesuai perkembangan informasi terbaru maupun klarifikasi dari pihak terkait.
👁️ 710 Views

ARTIKEL LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TOP NEWS

Follow US

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Trending

Popup Gambar