KARAWANG | TERASPASUNDAN.COM – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Karawang melaksanakan Panen Raya Ketahanan Pangan yang digelar secara serentak di seluruh jajaran Pemasyarakatan se-Indonesia, Kamis (15/1). Kegiatan nasional ini terpusat di Lapas Kelas I Cirebon dan dipimpin langsung oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto.
Panen raya ini merupakan bagian dari komitmen Pemasyarakatan dalam mendukung program ketahanan pangan nasional dengan melibatkan warga binaan sebagai subjek utama pembinaan yang produktif dan berkelanjutan. Lapas Karawang mengikuti kegiatan tersebut secara daring melalui virtual meeting bersama seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan se-Indonesia. Sementara itu, Kalapas Karawang, Christo Toar turut hadir secara langsung di Lapas Cirebon.
Dalam kegiatan tersebut, Lapas Karawang berhasil memanen berbagai hasil unggulan pembinaan kemandirian warga binaan, di antaranya 200 kilogram ikan nila, 500 kilogram ikan lele, 300 kilogram ikan patin, 150 kilogram kangkung, serta 150 kilogram caisim. Hasil panen perikanan dan sayuran hari ini menghasilkan keuntungan sebesar Rp3,4 juta.
Bantuan sosial bagi korban banjir di wilayah Sumatera disalurkan dari hasil panen hari ini senilai Rp3,4 juta yang digabungkan dengan hasil panen sebelumnya senilai Rp3,5 juta, sehingga total bantuan sosial yang disalurkan Lapas Karawang mencapai Rp6,9 juta melalui Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Selain itu, Lapas Karawang juga memanen 1,5 ton padi Nutri Zinc yang seluruh hasilnya akan dimanfaatkan untuk kegiatan bakti sosial dalam rangka pengentasan stunting. Tidak hanya itu, panen turut menghasilkan 100 kilogram magot yang digunakan sebagai pakan perikanan, sebagai bagian dari upaya mendukung sistem pertanian dan perikanan terpadu yang berkelanjutan.
Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, dalam sambutannya menegaskan bahwa Pemasyarakatan memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Menurutnya, peran tersebut tidak dapat digantikan oleh kecerdasan buatan karena melibatkan langsung pembinaan keterampilan dan kemandirian warga binaan sebagai manusia yang produktif.
Sementara itu, Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Drs. Mashudi, menyampaikan bahwa pelaksanaan Panen Raya Ketahanan Pangan ini merupakan bentuk nyata implementasi Asta Cita Presiden serta 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Program ini diharapkan mampu memberikan manfaat tidak hanya bagi warga binaan, tetapi juga bagi masyarakat luas.
Melalui kegiatan ini, Lapas Karawang menegaskan komitmennya untuk terus mendukung program ketahanan pangan nasional sekaligus memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan yang berorientasi pada kemanfaatan sosial.


