Advertisement
Close × Iklan Header
spot_img

Ziarah Makam Leluhur Galuh, Menyambung Sejarah 384 Tahun Peradaban Ciamis

spot_img

CIAMIS | TERASPASUNDAN.COM | Menjelang peringatan Hari Jadi Kabupaten Ciamis yang ke-384, ratusan warga dari berbagai lapisan masyarakat, mulai dari pelajar, tokoh adat, hingga unsur pemerintah daerah, berkumpul dalam suasana khidmat di Situs Jamban Sari. Kawasan yang terletak di jantung Kota Ciamis ini bukan sekadar tempat peristirahatan terakhir, melainkan saksi bisu kejayaan Kerajaan Galuh—salah satu pusat peradaban terbesar di Tatar Sunda yang pernah berdiri megah sejak abad ke-7 Masehi.

Kerajaan Galuh, yang berpusat di wilayah yang kini menjadi Ciamis, dikenal sebagai kerajaan yang memegang teguh nilai-nilai luhur, keadilan, dan kearifan lokal. Di bawah kepemimpinan para raja dan pemimpinnya, wilayah ini berkembang menjadi pusat perdagangan, pertanian, dan penyebaran ajaran budi pekerti yang melekat kuat hingga sekarang. Situs Jamban Sari dipercaya menjadi tempat dimakamkannya para tokoh pendiri dan pemimpin awal yang meletakkan fondasi berdirinya peradaban yang kemudian tumbuh menjadi Kabupaten Ciamis.

Dalam kegiatan ziarah yang digelar secara rutin setiap tahun ini, para peserta memadati area situs untuk bersama-sama melaksanakan doa bersama dan memberikan penghormatan. Tradisi ini bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan bentuk nyata penghormatan abadi terhadap jasa para pendahulu yang telah membangun dasar kehidupan bermasyarakat di tanah ini.

- Advertisement -
-Advertisement-
Google search engine

Di sela sela kegiatan 11/06/26,Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Kebudayaan (Disbudpora) Ciamis, Dr. Drs. Dian Budiyana, M.Si, menegaskan bahwa ziarah ini memiliki makna yang jauh lebih dalam daripada sekadar seremonial belaka.

“Ziarah ke makam leluhur merupakan upaya mengenang jasa dan perjuangan para pendahulu yang telah meletakkan batu pertama peradaban di tanah Galuh ini. Di sinilah akar sejarah kita tumbuh, dari masa kejayaan Kerajaan Galuh hingga menjadi Kabupaten Ciamis seperti yang kita kenal sekarang,” ujarnya.

Baca Juga  Isu Ketidakadilan Rekrutmen Dibantah, RSUD Rengasdengklok Siap Beroperasi

Ia menambahkan, generasi muda memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga dan meneruskan nilai-nilai luhur yang diwariskan. Pemahaman yang utuh tentang sejarah Kerajaan Galuh dan perjalanannya menjadi kunci agar budaya dan identitas daerah tidak luntur tergerus zaman.

- Advertisement -

“Situs ini menyimpan jejak kepemimpinan, kebijaksanaan, dan semangat perjuangan yang patut diteladani. Melalui memahami sejarah ini, kita belajar bahwa kemajuan yang dinikmati hari ini tidak terlepas dari pengorbanan dan visi para leluhur,” tegasnya.

Keterlibatan aktif pelajar dalam kegiatan ini dinilai sangat strategis. Dengan mendatangi langsung situs bersejarah, generasi muda dapat merasakan denyut sejarah secara nyata, sehingga tumbuh rasa bangga yang mendalam terhadap asal-usul daerahnya. Di tengah derasnya arus globalisasi, edukasi sejarah seperti ini menjadi benteng utama dalam memelihara jati diri sebagai bagian dari Tatar Galuh.

Prosesi doa bersama menjadi inti kegiatan, menyatukan harapan dan rasa syukur seluruh peserta. Bagi masyarakat, momen ini juga menjadi sarana refleksi: mengenang bagaimana para pendiri membangun persatuan dan kesejahteraan di masa lalu, serta memotivasi untuk melanjutkan pembangunan dengan semangat yang sama.

Pemerintah daerah terus berkomitmen menjaga kelestarian tradisi ini sebagai bagian tak terpisahkan dari rangkaian peringatan Hari Jadi Ciamis. Lebih dari sekadar ritual, ziarah ini berfungsi sebagai media pembelajaran sekaligus penguatan karakter bagi seluruh warga.

Warga berharap tradisi berharga ini dapat terus dilestarikan dari generasi ke generasi. Pasalnya, nilai-nilai kearifan lokal yang bersumber dari sejarah Kerajaan Galuh menjadi pondasi penting dalam membangun identitas masyarakat Ciamis yang maju namun tetap berakar pada budayanya.

“Momentum peringatan Hari Jadi Ciamis yang ke-384 ini diharapkan dapat semakin memperkuat kesadaran sejarah kita. Kemajuan daerah hari ini tidak terlepas dari perjuangan panjang para leluhur sejak masa Kerajaan Galuh. Mari kita jaga warisan ini agar tetap hidup dan bermanfaat bagi masa depan,” pungkas Dian.

Baca Juga  Humas Unsika Diduga Makian Wartawan, Icang Rahardian Ancam Kepung Kampus

(Reporter : Santi Nurmayanti / Gilang Ferdian )

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis berdasarkan sumber yang dapat dipercaya. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi teraspasundan.com dan dapat mengalami pembaruan sesuai perkembangan informasi terbaru maupun klarifikasi dari pihak terkait.

ARTIKEL LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TOP NEWS

Follow US

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Trending

Popup Gambar