Advertisement
Close × Iklan Header
spot_img

Komisi II DPRD Karawang Tekan Bulog Serap Gabah Petani di Tengah Musim Hujan

👁️ 710 Views
spot_img

KARAWANG, TERASPASUNDAN.COM – Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Karawang Nurhadi mendesak Perum Bulog Karawang turun langsung ke lapangan untuk menyerap hasil panen petani. Desakan ini muncul di tengah anjloknya harga gabah akibat cuaca ekstrem, terutama di wilayah Dapil III, yakni Kecamatan Cibuaya dan Kecamatan Pedes.

Permintaan tersebut disampaikan menyusul keluhan banyak petani yang mengalami penurunan drastis harga gabah selama musim hujan. Curah hujan tinggi membuat kadar air padi meningkat, menurunkan kualitas gabah, dan berdampak pada rendahnya harga jual di tingkat petani.

“Harga gabah saat ini ada yang hanya Rp4.000 per kilogram, bahkan paling tinggi sekitar Rp5.000. Padahal harga acuan yang ditetapkan pemerintah mencapai Rp6.500 per kilogram,” kata Nurhadi, Jumat (16/01/26).

- Advertisement -
-Advertisement-
Google search engine

Menurut Nurhadi, kondisi ini membutuhkan langkah cepat dan nyata dari Bulog agar petani tidak semakin merugi. Ia menilai Bulog memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas harga melalui penyerapan gabah langsung di lapangan.

“Bulog jangan hanya menunggu di gudang. Mereka harus turun langsung ke sawah dan membeli hasil panen petani meskipun kondisinya agak basah, tentu dengan perhitungan teknis yang memperhatikan kualitas,” ujarnya.

Nurhadi juga mengingatkan bahwa Bulog seharusnya menjalankan mandat Presiden Prabowo Subianto untuk aktif menyerap hasil panen petani dalam kondisi apa pun, demi melindungi kesejahteraan petani dan menjaga ketahanan pangan nasional.

- Advertisement -

Selain itu, ia mendorong Dinas Pertanian Kabupaten Karawang segera berkoordinasi dengan Bulog dan para pengusaha penggilingan padi agar harga gabah di tingkat petani tidak terus tertekan.

“Kami berharap kondisi seperti ini jangan terus dibiarkan. Kalau dibiarkan, petani akan semakin terpuruk. Biaya tanam dan perawatan sudah tinggi, tapi hasil panen tidak sebanding karena harga jatuh di bawah modal,” tambahnya.

Baca Juga  Kabel Udara Dinilai Membahayakan, Karawang Belajar dari Keberhasilan Kota Bogor

Sejumlah petani di wilayah Cibuaya dan Pedes membenarkan kondisi tersebut. Mereka mengaku pasrah dengan rendahnya harga gabah dan berharap pemerintah daerah bersama Bulog segera mengambil langkah konkret agar hasil panen mereka tidak terbuang percuma.

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis berdasarkan sumber yang dapat dipercaya. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi teraspasundan.com dan dapat mengalami pembaruan sesuai perkembangan informasi terbaru maupun klarifikasi dari pihak terkait.
👁️ 710 Views

ARTIKEL LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TOP NEWS

Follow US

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Trending

Popup Gambar